Selasa, 24 November 2015

✿ NASA Sembunyikan Fakta Ilmiah Malam Lailatul Qadar.


Lailatul Qadar adalah malam Istimewa dimana pada malam tersebut  lebih utama dari seribu bulan. Selama ini umat Islam mempercayai kebenaran adanya malam Lailatul Qadar karena bersumber dari Al-Quran dan Hadist. Sehingga tidak begitu peduli dengan fakta-fakta ilmiah yang mungkin saja terjadi di alam semesta terkait sains yang membenarkan adanya malam Lailatul Qadar.

Kedatangan malam Lailatul Qadar sejatinya menjadi rahasia Allah SWT. Hanya sedikit informasi yang disampaikan Nabi Muhammad terkait kapan datangnya malam mulia ini. Diantaranya pada 10 malam terakhir Ramadhan dan antara malam-malam ganjil. Sementara ciri-ciri secara fisik dapat terlihat dari suhu yang sedang, pada malam hari tidak terlihat bintang, serta pada pagi harinya udara matahari bersinar cerah namun tidak terasa panasnya.

Ciri-ciri fisik tersebut sebenarnya sudah ditemukan oleh Badan Nasional Antariksa Amerika (NASA). Namun mereka tidak mempublikasikan kebenaran adanya fenomena aneh ini untuk menghindari kepercayaan terhadap Agama Islam. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Lembaga Mukjizat Ilmiah Al- Quran dan Sunnah di Mesir, Dr. Abdul Basith As-Sayyid.

Abdul Basith As-Sayyid menegaskan, sekitar 12 tahun lalu NASA pernah menemukan ciri dari malam Lailatul Qadar sesuai yang diungkapkan Nabi Muhammad SAW. Ia menyayangkan hal ini tidak langsung ditanggapi cepat oleh para jutawan Arab yang memiliki sumber dana untuk melakukan kajian mendalam.

Pernyataan ini mengutip ucapan seorang pakar di NASA, Carner, seperti yang dikutip oleh harian Al-Wafd Mesir. Pakar Carner akhirnya masuk Islam dan harus kehilangan jabatannya di NASA karena mengungkapkan kebenaran tersebut kepada harian Al-Wafd Mesir.

Menurutnya NASA menemukan bahwa pada suatu malam terjadi fenomena aneh karena tidak ada meteor yang jatuh ke atmosfer bumi serta suhu udara sedang. Padahal pada malam-malam biasa, jumlah meteor yang jatuh ke atmostfer bumi sekitar 20 meteor.

Hal ini sesuai dengan hadist Nabi Muhammad yang mengatakan bahwa pada malam Lailatul Qadar langit terlihat begitu cerah, namun tidak terlihat bintang yang bersinar. Pada malam itu suhu udara juga tidak panas dan juga tidak dingin atau bersuhu sedang.

Carner menambahkan, pada pagi harinya NASA juga menemukan bahwa matahari begitu bersinar cerah namun tidak ada radiasi cahaya sekalipun. Ini juga sesuai dengan ungkapan Nabi yang mengatakan bahwa pada pagi hari matahari bersinar cerah namun tidak terasa panas. Lantas dari manakah Nabi Muhammad SAW mengetahui pengetahuan ini? Tentu saja dari Dzat yang maha besar, Allah SWT.

NASA memang sering mendapat kritikan dari para pakar Islam karena kerap menyembunyikan fakta-fakta kebenaran tentang Al-Qur’an. Namun apapun yang disembunyikan NASA tidaklah menjadi soal bagi kita yang menyakini kebenaran Islam bukan dari sisi Ilmiah namun karena keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.

Semoga artikel ini menambah kecintaan pembaca setia terhadap kebenaran agama ini. Semoga fakta-fakta ilmiah yang dikaji oleh ilmuan barat yang meragukan Islam dapat membawa mereka ke jalan kebenaran.

Sumber : Berbagai Sumber.


Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
“Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah”


Rabu, 30 September 2015

✿ Inilah Tempat Eksekusi Hukum Pancung di Saudi.


Mayoritas Muslim tentu pernah mendengar sekaligus memahami istilah Qisas. Qisas adalah prinsip hukum yang mensyaratkan pembalasan setara. Contohnya, dalam kasus pembunuhan, jika seseorang membunuh korbannya hingga mati maka si pelaku harus dihukum mati pula.

Qisas diterapkan oleh negara-negara yang memberlakukan syariat Islam. Salah satunya adalah Arab Saudi. Di Arab Saudi bahkan ada satu tempat khusus yang memang disediakan untuk pelaksanaan Qisas atau eksekusi mati dengan cara memenggal kepala.

Adalah Masjid Qisas. Masjid ini terletak di Balad Jeddah, berhadapan langsung dengan Departemen Luar Negeri Kerajaan Arab Saudi. Lokasinya tepat di antara Jalan Bagdadiyah, Jalan Syeikh Al Juffali dan Jalan Madinah.

Meski digunakan sebagai tempat Qisas, tempat ini sama sekali tak terkesan menyeramkan. Tak jauh berbeda dengan masjid kebanyakan, pelataran parkir masjid ini bahkan kerap digunakan anak-anak sebagai arena bermain.

Dahulu tempat ini bernama Masjid Syeikh Ibrahim Al-Juffali. Konon, nama tersebut diambil dari nama Syeikh Ibrahim, seorang warga Jeddah kaya raya yang membangun masjid itu.

Meski secara umum tak menyeramkan, ada satu sudut masjid yang menjadi lokasi eksekusi mati atau hukuman pancung. Posisinya persis di samping masjid. Luasnya tak seberapa bahkan terbilang kecil kurang lebih 25 meter persegi dan berlantai keramik.

Kabarnya, eksekusi mati di tempat tersebut biasanya dilakukan secara terbuka setelah salat Jumat. Warga sekitar bisa menyaksikan langsung seorang terpidana dipenggal hingga mati dengan leher terpisah dari tubuh.

Begitu kepala terpenggal, lantai di sana akan langsung disiram dan dibersihkan. Dalam sekejap tempat tersebut kembali bersih seperti tak terjadi apa-apa. Jenazah langsung dibersihkan dan disalatkan di Masjid Qisas sebelum akhirnya dimakamkan.

(Berbagai sumber)



Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
‘Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah’

✿ Tempat Ini Sama Mulianya dengan Kabah.


Selain Kabah, bangunan lain yang juga disucikan oleh umat Islam adalah Hijr Ismail. Hijr Ismail berada di sebelah utara bangunan Kabah, berbentuk setengah lingkaran dan dibangun langsung oleh Bapak para Nabi, Nabi Ibrahim AS.

Hijr Ismail masih berada dalam kompleks Masjid Al-Haram. Tempat ini diyakini sebagai tempat yang multazam untuk berdoa. Artinya, segala permohonan yang dipanjatkan di tempat ini dijamin akan dikabulkan Allah SWT.

Konon, berdoa di tempat ini sama mulianya dengan berdoa di dalam Kabah. Adapun berdoa atau beribadah di Hijr Ismail hukumnya Sunnah. Mengenai kemuliaan tempat ini, bahkan Rasulullah SAW pun pernah menegaskannya.

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari istri Rasulullah, Aisyah RA ingin sekali memasuki Kabah dan beribadah di dalamnya. Lalu, Rasul memerintahkan pada Aisyah untuk beribadah di Hijr Ismail saja dan tidak perlu ke dalam Kabah. Sebab, salat atau beribadah di Hijr Ismail sama dengan di dalam Kabah.

Hijr Ismail dilingkari oleh tembok lebar bernama Al-Hathimu. Dahulu di sinilah Nabi Ibrahim AS mengajak istrinya, Hajar dan putranya Ismail AS berteduh dari panas matahari.

Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail telah membangun Kabah secara sempurna termasuk Hijr Ismail di dalamnya. Setelah beberapa generasi, dinding Kabah sempat roboh akibat bencana kebakaran dan banjir yang pernah melanda.

Pada tahun 606 M, sebelum Rasul lahir, kaum Quraisy merobohkan sisa dinding Kabah lalu memperbaikinya kembali. Namun karena kekurangan dana yang halal untuk menyempurnakan pembangunan, akhirnya mereka sepakat untuk mengeluarkan bagian bangunan Hijr Ismail dan sebagai gantinya mereka membangun dinding pagar sebagai tanda bahwa Hijr termasuk bagian dalam Kabah.

Hal ini dilakukan semata-mata karena mereka menahan diri untuk menggunakan dana haram dalam proses pembangunan Kabah. Kaum Quraisy tak ingin menerima biaya dari hasil pelacuran, riba jual beli atau dana dari menzalimi seseorang.

Kisah pembangunan Kabah dan Hijr Ismail ini bahkan tersurat dalam hadits Rasulullah SAW. Dalam hadits diriwayatkan, Aisyah RA pernah bertanya kepada Rasul mengenai dinding Hijr Ismail. "Apakah ia bagian dari rukun suci?" Nabi menjawab : "Betul". Kemudian Aisyah bertanya lagi : "Mengapa mereka tidak memasukkan sekalian sisanya ke Kabah?" Nabi menjawab : "Sebab kaummu kekurangan dana." (HR Nasa'i)

Kini, Hijr Ismail hampir selalu dipenuhi jemaah terutama saat musim haji dan umrah. Para jemaah berbondong-bondong ingin melakukan salat, berdoa, dan berzikir di tempat ini. Namun, setiap menjelang azan salat fardu, para penjaga Hijr Ismail akan 'mensterilkan' tempat ini dari para jemaah.

(Berbagai sumber)



Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
‘Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah’

Jumat, 25 September 2015

✿ Melihat Rumah Pemotongan Hewan Kurban di Mekah


Sebagian besar jemaah haji Indonesia melakukan pembelian dan pemotongan hewan kurban di Pasar Hewan Kaqiyah yang berada di wilayah Jabbal Nur, Mekah.
Menyambut hari raya Idul Adha 1436 H, umat Muslim di berbagai penjuru dunia akan disibukkan dengan aktivitas pembelian dan pemotongan hewan kurban.

Tak terkecuali para jemaah Indonesia yang tengah menunaikan ibadah haji di Tanah Suci. Sebagian besar jemaah haji Indonesia melakukan pembelian dan pemotongan hewan kurban di Pasar Hewan Kaqiyah yang berada di wilayah Jabbal Nur, Mekah.

Biasanya jemaah secara rombongan akan menaiki bus ke Pasar Kaqiyah untuk membeli kambing, sapi, atau unta sebagai pembayar dam. Harga kambing di pasar tersebut berkisar antara 350 hingga 500 riyal, sedangkan harga unta mencapai 4.000-5.500 riyal. Harga tersebut sudah termasuk biaya pemotongan.

Di Pasar Kaqiyah, pemotongan hewan untuk pembayaran dam haji dilakukan sebelum pelaksanaan wukuf. Sementara pemotongan hewan untuk kurban akan dilakukan tepat pada hari raya Idul Adha 10 Dzulhijjah dan hari-hari Tasyriq pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah.

Pasar Kaqiyah berdiri di sebuah tanah lapang dengan luas sekitar 5.000 meter persegi. Nyaris seluruh pekerja di tempat ini adalah orang berkulit hitam. Tukang jagal atau pemotong hewan di sini seluruhnya mengenakan seragam merah menyala hingga ke serban. Tujuannya, agar pakaian dan serban yang terkena percikan darah tidak terlihat kotor.

Selain di Kaqiyah, pembayaran dam dapat juga dilakukan melalui Bank Ar-Rajhi. Ar-Rajhi mematok harga 400 riyal untuk seekor kambing atau domba. Harga tersebut termasuk biaya pemotongan serta pendistribusian. Selain di Ar-Rajhi, loket pembelian hewan dapat pula ditemukan di Mina.

Pemerintah Mekah di Arab Saudi menggunakan teknologi modern dan canggih untuk proses pasca penyembelihan hewan kurban dengan anggaran sebesar 56 juta riyal atau setara dengan Rp143 miliar. Meski begitu, penyembelihan tetap dilakukan secara manual sesuai dengan syariat Islam.

(Berbagai sumber)



Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
“Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah”

✿ 7 Tragedi Mina Paling Memilukan Sepanjang Sejarah Ibadah Haji


Mina punya sejarah panjang sebagai tempat terjadinya tragedi yang banyak menewaskan jamaah haji. Kabar duka menyelimuti hari raya Idul Adha, Kamis (24/9/2015). Sebanyak 310 jamaah haji dikabarkan meninggal dunia akibat berdesakan dan terinjak-injak saat akan lempar jumroh di Mina.

Tragedi ini bukan yang pertama terjadi di Mina. Sebab, Mina punya sejarah panjang sebagai tempat terjadinya tragedi yang banyak menewaskan jamaah haji pada tahun-tahun sebelumnya. Berikut tragedi-tragedi yang menewaskan banyak jemaah haji yang pernah terjadi di Mina, Arab Saudi.

1). 2 Juli 1990.
Inilah tragedi paling memilukan yang pernah terjadi di Mina. Pada saat itu, 1.426 jemaah haji tewas akibat terinjak-injak saat berada di terowongan Mina.

2). 23 Mei 1994.
Sebanyak 270 jemaah haji kembali menjadi korban dalam tragedi di Mina. Tragedi itu terjadi ketika para jemaah haji melakukan prosesi lempar jumroh di Mina.

3). 15 April 1997.
Sebanyak 343 jemaah tewas dan 1.500 lainnya terluka akibat kebakaran tenda jemaah haji di Mina. Belajar dari tragedi ini, sekarang tenda jemaah haji diklaim antiapi.

4). 9 April 1998.
Sebanyak 118 jemaah haji meninggal dunia dan 180 lainnya luka dalam tragedi di jembatan Jamarat saat akan melakukan prosesi melempar jumroh di Mina.

5). 5 Maret 2001
Sejumlah 35 jamaah haji meninggal dunia akibat berdesakan saat akan melakukan lempar jumroh di Mina.

6). 12 Januari 2006.
Sebanyak 346 jemaah haji tewas dan 289 lainnya terluka saat melakukan prosesi lempar jumroh. Musibah terjadi akibat ratusan orang jemaah haji yang baru tiba untuk melakukan prosesi itu saling bertabrakan dengan jemaah lain di jembatan Jamarat. Belajar dari kejadian ini, pemerintah Arab Saudi merekontruksi ulang Jembatan Jamarat agar jamaah tak perlu berdesakan saat melempar jumroh.

7). 24 September 2015.
Terbaru, lebih dari 310 orang jemaah haji tewas, sementara ratusan lainnya luka akibat terinjak-injak di saat akan melakukan prosesi lempar jumroh.



Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya 
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.


¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
“Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah”

✿ Sejarah Melempar Jumroh, Perlawanan Keluarga Ibrahim Terhadap Setan.


Melempar jumroh adalah salah satu wajib haji yang dilaksanakan oleh para jamaah haji. Tiga tugu yang terletak di Mina senantiasa dilempari dengan batu kerikil oleh jutaan jamaah haji.

Melempar jumroh adalah simbol perlawanan terhadap setan. Perlawanan harus dilakukan terhadap setan karena mereka selalu berupaya untuk menyesatkan manusia dari jalan kebenaran dan menjauhkan dari jalan Allah SWT.

Dikutip dari buku Sejarah Ibadah karya Syahruddin El Fikri, kisah melempar jumroh terjadi sekitar 4.000 tahun yang lalu, tepatnya pada 1870 SM, ketika Nabi Ibrahim AS bermaksud menyembelih putranya Nabi Ismail AS. Ketika Ibrahim bermaksud menyembelih Ismail untuk melaksanakan perintah Allah SWT, tiba-tiba datanglah setan menghampiri. Setan bermaksud menggoda Ibrahim agar menghentikan niatnya untuk menyembelih Ismail. Namun dengan penuh keyakinan, dan ketakwaan terhadap Allah SWT, Ibrahim tetap melaksanakan perintah itu.

Ibrahim tahu kalau tujuan setan atau iblis pada hakikatnya untuk mengajaknya melanggar perintah Allah. Karena itu, Ibrahim kemudian mengambil tujuh batu kerikil dan melemparnya ke setan. Inilah yang disebut Jumroh Ula.

Tak berhasil mempengaruhi Ibrahim, setan lalu membujuk Hajar, istri Ibrahim. Setan mempengaruhi Hajar jika sebagai seorang ibu pasti tak akan sampai hati mengetahui buah hatinya dikorbankan. Tapi Hajar menolak dan melempari setan dengan batu kerikil. Lokasi pelemparan Hajar itu kemudian dijadikan tempat melempar Jumroh Wustha.

Setan lalu beralih menggoda Ismail yang dianggap masih rapuh keimanannya. Tapi Ismail ternyata juga menunjukkan perlawanan. Ia kukuh memegang keimanannya dan yakin dengan sepenuh hati akan perintah Allah SWT.

Ibrahim, Hajar, dan Ismail lalu bersama-sama melempari setan dengan batu kerikil yang kemudian diabadikan menjadi lemparan Jumroh Aqabah. Allah SWT pun memuji upaya Nabi Ibrahim AS dan keluarga karena dianggap berhasil dalam menghadapi ujian Allah SWT.

Itulah peristiwa yang menjadi pelajaran bagi umat manusia. Pelemparan batu kerikil itu kemudian menjadi kewajiban bagi setiap jamaah haji sebagai bentuk keteladanan atas kemuliaan dan ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan keluarganya.



Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
'Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah'

Rabu, 23 September 2015

✿ Jutaan Jemaah Haji Wukuf di Arafah.


Wukuf merupakan ritual ibadah haji, di mana jemaah berada di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah sejak matahari terbit hingga terbenam.

Jutaan jemaah haji dari berbagai negara berkumpul di Padang Arafah, Rabu 23 September 2015. Mereka melakukan wukuf yang menjadi puncak pelaksanaan ibadah haji.

Wukuf merupakan ritual ibadah haji, di mana jemaah berada di Padang Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah sejak matahari terbit hingga terbenam, baik dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring, atau berada dalam kendaraan.

Wukuf merupakan rukun haji. Sehingga haji dianggap tidak sah jika jemaah tidak melakukan wukuf. Selama wukuf, jemaah haji dianjurkan memperbanyak doa dan mengulang-ulangnya. Membaca Alquran dan salawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Dikutip Dream dari laman Al Arabiya, Rabu 23 September 2015, otoritas Arab Saudi memperkirakan wukuf kali ini diikuti oleh sekitar 1,38 juta jemaah haji.

Tak hanya jemaah haji. Momen ini juga turut diperingati oleh umat muslim di seluruh dunia. Di mana, umat muslim disunahkan untuk berpuasa Arafah.

Saat wukuf pula, pada tahun 632 Masehi, Nabi Muhammad menyampaikan pidato perpisahannya. Saat itu, prosesi wukuf diikuti oleh 114.000 jemaah.


Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
“Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah”

✿ Wukuf di Padang Arafah.


Allah Akbar…  Allah Akbar… Allah Akbar…

Jutaan manusia berkumpul di padang arafah, hari ini adalah hari arafah, Hari yang penuh keutamaan, penuh keberkahan dan penuh pengampunan, sampai-sampai pahala puasa di hari ini ibarat puasa setahun.


Semua jamaah haji dari seluruh dunia memakai baju yang sama, ‘Putih’ mereka melepas semua atribut keduniaannya, melepas semua jabatan dan keegoannya disini, tak ada perbedaan antara si kaya dengan si miskin, tak ada beda antara kopral dan jenderal, tak ada beda antara si putih dan si hitam. Semuanya sama HAMBA ALLAH dan di tempat ini, mereka hanya ingin memohon ampun dan mengharap ridhoNya.


Subhanallah... Alhamdulillah... Allahu Akbar...


Wukuf adalah kemuncak haji yang sangat penting. Rasulullah saw pernah menyatakan bahawa “haji adalah wukuf”. Tanpa wukuf tidak ada artinya ibadah haji. Esok adalah hari wukuf di Padang Arafah. Jamaah haji sudah mulai bergerak perlahan-lahan menuju ke Padang Arafah.


Esok jugalah perjalanan yang paling sesak di dunia menuju ke Padang Arafah. Jutaan umat Islam meninggalkan Mekah menuju ke Arafah. Tidak ada dalam dunia satu hari perjalanan yang paling sibuk dan sesak melainkan perjalanan ke Padang Arafah. Kesesakan yang sangat luar biasa di dunia. Bayangkan ribuan bas akan bergerak menuju ke tempat yang sama. Anihnya setiap jamaah haji berjaya sampai ke Padang Arafah sebelum tempoh wukuf berakhir.

Jarak antara Mekah ke Padang Arafah cuma 21km, masa yang diambil oleh bas yang membawa jamaah haji ke Arafah tidak sama, paling cepat 20 minit boleh sampai dan paling lama sehingga memakan masa berjam-jam. Berada di Padang Arafah tidak diperlukan lama, hanya sekadar berada seketika pada waktu-waktu wukuf sudah memadai dan sah wukufnya.

Di Arafahlah peluang terbaik untuk menumpukan sepenuh hati ibadah kita kepada Allah swt. Doa di Padang Arafah antara yang paling mustajab. Jamaah haji tidak akan melepas peluang untuk membaca al Quran, berwirid, berzikir, solat sunat dan berdoa.

Hari Wukuf dianggap hari-hari paling mencabar bagi menguji daya ketahanan para jamaah sama ada dari mental, fizikal atau spritual. Suasana yang sangat panas terik membayangkan perhimpunan yang lebih besar, lebih panas dan lebih padat iaitu perhimpunan di Padang Mahsyar.

Pada hari Wukuf, jemaah haji akan berhimpun di Padang Arafah selama separuh hari sebelum ke Muzdalifah. Di Muzdalifah pula, jemaah dikehendaki berada di kawasan itu sekurang-kurangnya beberapa minit termasuk mengutip batu-batu kecil bagi membuat lontaran jamrah di Mina.

Di Mina, jemaah akan tinggal lebih lama iaitu tiga hari pada hari-hari tasriq iaitu 11, 12 dan 13 Zulhijjah.

Secara amaliah pula, wukuf di Arafah mencerminkan puncak penyempurnaan haji seseorang. Di Arafah, Rasulullah pernah menyampaikan khutbahnya yang terkenal dengan nama khutbah wada’ atau khutbah perpisahan. Ini kerana tidak lama kemudian setelah menyampaikan khutbah itu, baginda wafat. Pada saat itu, ayat al-Qur’an, surat al-Maa’idah ayat 3 turun sebagai pernyataan telah sempurna dan lengkapnya ajaran Islam yang disampaikan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.

Wukuf di Padang Arafah juga adalah untuk mengingati kembali peristiwa di mana Nabi Adam dan Hawa telah diturunkan ke bumi dari syurga atas sebab mengingkari perintah Allah dan terpedaya oleh tipu daya Iblis.

Di Arafah Rasulullah SAW mengambil masa terlalu lama berdoa kepada Tuhan. Melihat kepada peristiwa-peristiwa penting itu, dapat difahami kenapa Arafah begitu penting dalam ibadat haji dan di situ para jemaah digalakkan untuk memperbanyakkan zikir, solat sunat, membaca al-Quran, bermunajat dan berdoa. Berdoa di Arafah dikatakan mudah dimakbul doa seseorang. Kerana itu, nabi-nabi menjadikan Arafah sebagai saluran memanjatkan doa kepada Tuhan.

Bagi mereka yang belum pernah menjejakkan kaki ke Arafah, Muzdalifah dan Mina, secara umumnya keadaan di persekitarannya nampak tandus dan gersang. Bukit-bukau berwarna keperang-perangan tanpa ditumbuhi pokok. Luasnya sayup mata memandang. Adakalanya ia kelihatan menakutkan.

Sebab itu ada orang tempatan yang memandu berseorangan cuba mengelak menggunakan laluan ini pada waktu malam. ‘‘Pada hari itu, Allah gembira sekali jika kita berdoa kepada-Nya. Ia mengabulkan semua doa mereka di sana, sebagaimana sabda Rasullullah SAW, “Di antara berbagai jenis dosa, ada dosa yang tidak akan tertebus kecuali dengan melakukan wukuf di Arafah.”

Di Arfah, jemaah dinasihatkan supaya jangan sekali-kali berharap nasib mereka ditentukan oleh manusia lain bagi mengelak daripada kemurkaan Allah SWT dan Tuhan lebih mengetahui termasuk apa yang terlintas dalam hati manusia.

Esok juga ketika saudara-saudara kita sedang khusyuk menumpukan sepenuh hati berwukuf di Padang Arafah, kita pula sangat digalakkan berpuasa sunat. Al-Imam Ubnu Majah telah meriwayatkan dari Abu Qatadah, bahawa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda yang bermaksud :

"Puasa pada hari Arafah akan termasuk dalam hitungan Allah bahawa puasa itu menutup dosa setahun sebelumnya dan setahun selepasnya".

Maksud setahun yang terdahulu ialah dikira dari tahun yang mengandungi hari Arafah sebelumnya sehingga tahun yang ia berpuasa hari Arafah. Maksud setahun kemudian ialah dari akhir bulan haji yang ia berpuasa di dalamnya sehingga awal tahun hijriah iaitu awal Muharram.

Maksud menutup dosa ialah diampunkan semua dosa kecil yang telah dilakukannya kecuali dosanya terhadap sesama manusia, jika ia tidak mempunyai dosa kecil maka Allah akan meninggikan pangkatnya dan memeliharanya daripada melakukan dosa.




Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri tercinta :
'Siti Nurjanah'

Sabtu, 19 September 2015

✿ Begini Cara Berpuasa di Kutub.


Ada dua pendekatan mengenai bagaimana puasa di kutub. Agama Islam dikenal sebagai agama yang tidak menyebabkan kesulitan atau beban di luar kemampuan penganutnya. Kemudahan dan memfasilitasi adalah karakter utama dari Islam.

Saat bulan Ramadan, seorang muslim diwajibkan untuk berpuasa saat mulai terbit fajar hingga terbenam matahari. Tetapi, di beberapa tempat dengan keadaan yang sulit, misalnya saja siang yang lebih lama ketimbang malam, syarat untuk waktu puasa itu dinilai berat.

Untuk itu Islam memiliki solusi dan pemecahannya. Menurut DR. Abdul Manan, seorang pemuka agama di Islam Society of Northern Finland, ada dua cara pemecahan terkait menentukan waktu sahur dan berbuka.

Menurut DR. Abdul Manan, seorang pakar lulusan dari Mesir, mengatakan jika lama siangnya lebih dari 18 jam maka seseorang dapat mengikuti waktu Mekah atau Madinah. Tetapi ada pula yang mengatakan untuk mengikuti waktu dari negara muslim terdekat.

"Tetapi ada pendapat lain dari cendekiawan asal Arab Saudi yang mengatakan panjang atau pendeknya waktu, ikutilah waktu tempat kamu berada," ungkapnya.

DR. Muzammil Siddiqi, mantan presiden Islamic Society of North America menambahkan, muslim yang terletak di dekat Kutub Utara atau Kutub Selatan mengalami waktu yang berat.

Itu karena posisi matahari yang saat di Kutub Utara dan Selatan, yang tidak biasa. Matahari terkadang berada di bawah 90 derajat Utara turun ke 60 derajat Utara dan 90 derajat selatan naik ke 60 derajat Utara. Selain itu, panjang dan pendeknya dipengaruhi oleh musim panas atau musim dingin.

Oleh karena itu, Siddiqi mengambil jalan tengah dengan berlandaskan pada ayat di Al Baqarah ayat 286 yang berbunyi : "Ällah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapatkan pahala (dari kebajikan) yang dikerjadikannya dan dia mendapat siksa (dari kejahatan) yang diperbuatnya..."

Sumber : onislam.net, bbc.com



Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
“Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah”

✿ Setelah 85 Tahun, Akhirnya `Hagia Sophia` Senandungkan Alquran.


Hagia Sophia merupakan bangunan terkenal di Istanbul, Turki. Sebelum dijadikan museum, gedung itu dulunya difungsikan sebagai gereja. Sebelum akhirnya diubah fungsi sebagai masjid.

Untuk pertama kalinya, dalam 85 tahun terakhir, ayat suci Alquran dikumandangkan dari Museum Hagia Sophia atau Aya Sofia. Ayat-ayat suci Alquran itu dilantunkan pada Jumat pekan lalu, dalam rangkaian acara sebuah pameran kesenian kaligrafi.

Hagia Sophia merupakan bangunan terkenal di Istanbul, Turki. Sebelum dijadikan museum, gedung itu dulunya difungsikan sebagai gereja. Sebelum akhirnya diubah fungsi sebagai masjid.

Gedung megah ini dibangun pada abad ke enam, sebagai gereja pada Kekaisaran Bizantium Kristen. Ketika pasukan Ottoman di bawah Mehmet II menaklukkan kota pada tahun 1453, bangunan ini diubah menjadi masjid.

Menara Islam dibangun di sekitar kubah Bizantiumnya. Haga Sophia berfungsi sebagai masjid sampai runtuhnya Kekaisaran Ottoman, ketika di pertengahan 1930-an otoritas negara Turki modern di bawah pimpinan Mustafa Kemal Ataturk. Haga Sophia kemudian dijadikan museum.

Dan Jumat 10 April 2015 itu, ayat suci Alquran dikumandangkan oleh Ali Tel, imam Masjid Ahmed Hamdi Akseki. Seremoni pembukaan acara tersebut dihadiri oleh sejumlah petinggi Turki, termasuk Badan Urusan Agama Turki, Mehmet Gormez.

Pameran yang digelar di Hagia Sophia itu menampilkan berbagai kaligrafi yang dibuat sebagai tanda cinta kepada Nabi Muhammad. Pameran itu akan berlangsung hingga 8 Mei mendatang.

(Sumber : Emirates 14l7



Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
“Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah”

✿ Temuan Pohon Berusia 1400 Tahun, Saksi Pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Pendeta Kristen Bahira.


Pohon Sahabi merupakan saksi bisu pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan Biarawan Kristen bernama Bahira. Setelah 1400 tahun berlalu,  pohon ini ditemukan masih hidup di padang pasir utara Yordania. Pohon Sahabi atau disebut juga dengan pohon yang diberkati  tetap tumbuh kokoh di tengah ganasnya gurun Yordania.

Pohon Sahabi kembali ditemukan oleh Pangeran Ghazi bin Muhammad dan otoritas pemerintah Yordania. Mereka menemukan referensi dari  teks-teks yang ditemukan di Royal Archives ketika memeriksa arsip negara. Jika dirunut dari naskah-naskah tua tersebut, kemungkinan besar tempat terjadinya pertemuan Bahira dan Muhammad adalah di gurun Yordania.

Ia kemudian memanggil beberapa ulama terkenal termasuk Syekh Ahmad Hassoun, Mufti Besar Suriah, yang kemudian berhubungan dengan Pangeran Ghazi. Berdasarkan pengamatan mereka, memang benar pohon tua tersebut yang disebutkan dalam catatan Bahira.Pohon tersebut saat ini dilestarikan oleh pemerintah Yordania. Sekeliling pohon ini dilindungi pagar logam dan gerbang serta keberadaannya dipantau secara rutin. 

Keberadaan pohon ini memang cukup unik dan dinilai tidak cocok tumbuh dengan lingkungan sekitarnya. Pasalnya lingkungan sekitar pohon merupakan tanah kering dan sangat gersang, sementara pohon Sahabi menjadi satu-satunya pohon yang tumbuh dengan daun yang hijau subur. Kondisi ini menentang kegersangan dan ketiadaan warna dari lingkungan sekitar pohon. Meskipun kekuatan matahari tengah gurun yang sangat terik, namun akan terasa teduh ketika berada di bawah pohon ini. 

Pohon yang 'kesepian' ini dipercaya sebagai saksi pertemuan biarawan Kristen bernama Bahira dengan Nabi Muhammad. Tiga manuskrip kuno yang ditulis oleh Ibn Hisham, Ibn Sa'd al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari menceritakan tentang kisah Bahira yang bertemu dengan bocah kecil calon rasul terakhir. Saat itu Muhammad baru berusia 9 atau 12 tahun. Ia menyertai pamannya Abu Thalib dalam perjalanan untuk berdagang ke Suriah.

Bahira tinggal di  Busra, selatan Suriah. Ia adalah pendeta yang semangat mencari siapa yang akan menjadi Nabi terakhir sesuai yang digambarkan oleh kitabnya yang dipercayainya. Pada suatu hari Ia melihat kafilah pedagang Arab yang akan berdagang ke Suriah. Bahira telah mendapat firasat kalau ia akan bertemu dengan sang nabi terakhir. Dari rombongan tersebut ia melihat pemuda kecil yang memiliki ciri-ciri yang digambarkan. 

Bahira kemudian mengundang kafilah dalam sebuah perjamuan. Semua anggota kafilah menghadiri pesta kecuali anak yang Ia tunggu-tunggu. Ternyata masih ada satu anggota rombongan yang tidak ikut masuk ke tempat Bahira. Muhammad kecil diminta menunggu di bawah pohon untuk menjaga unta-unta.

Bahira takjub menyaksikan cabang pohon tersebut merunduk untuk melindungi sang pemuda. Bahira pun meminta agar bocah kecil tersebut diajak berteduh dan bersantap. Konon, segumpal awan memayungi Muhammad ke manapun ia pergi. Dia menanyai anak itu dan menyimpulkan bahwa Dia adalah utusan terakhir dijelaskan dalam Alkitab. Bahira meyakinkan paman anak itu yakni Abu Thalib untuk kembali ke Makkah, karena orang-orang Yahudi juga tengah mencari Muhammad SAW untuk menyakiti.

Setelah berselang 1400 tahun kemudian, pohon yang pernah meneduhkan Muhammad itu masih berdiri tegak, menjadi satu-satunya pohon yang berhasil hidup di tengah gurun. Pohon ini secara ajaib diawetkan oleh Allah untuk waktu yang panjang. Namun siapapun masih bisa menyentuh dan berlindung di bawah cabangnya yang senantiasa rimbun.




Ya Allah... semoga yang membaca artikel ini :
¤ Muliakanlah orangnya
¤ Yang belum menemukan jodoh semoga lekas dipertemukan
¤ Yang belum mendapatkan keturunan semoga cepat mendapatkannya
¤ Semoga tergerak hatinya untuk bersedekah
¤ Entengkanlah kakinya untuk melangkah ke masjid
¤ Bahagiakanlah keluarganya
¤ Luaskan rezekinya seluas lautan
¤ Mudahkan segala urusannya
¤ Kabulkan cita-citanya
¤ Jauhkan dari segala Musibah, Penyakit, Prasangka Keji
¤ Jauhkan dari segala Fitnah, Berkata Kasar dan Mungkar.
Aamiin ya Rabbal'alamin.

¤ Salam sayang buat isteri & anak tercinta :
“Siti Nurjanah & Rachmad Hidayatullah”

;